Buy Now

December 17, 2016

Tips Pacaran ala Al Faqih

Manusia dan cinta. Yaa, kedua itu merupakan sebuah komponen yang memiliki hubungan yang mungkin akan mustahil jika dipisahkan.

Bicara soal cinta, sebagaimana di kutip dari Wikipedia, bahwa Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.


Gambar: Google

Sebagaimana diketahui bersama. Saat seseorang itu memiliki ketertarikan dengan lawan jenisnya, khususnya para ABG, tentulah mereka akan mengatakan bahwa "Aku sedang jatuh cinta." Hmm Benarkah?

Jika dilihat dari pengertian cinta di atas, apakah pacaran itu terdapat unsur pengorbanan diri? empati? perhatian? kasih sayang? membantu? menuruti perkataan? mengikuti? patuh? dan mau melakukan apa pun yang diinginkan? 

Jawabannya, IYA. 

Nah, pada tulisan kali ini, gue mau ngasih sebuah Tips kepada kalian yang membaca postingan ini, mengenai Tips Pacaran ala Al Faqih, dan gue berharap ini bisa berguna:

Pertama: Pastikan kalo kalian itu benar-benar dalam mode jatuh cinta.

Kedua: Pastikan pula objek yang kalian pilih itu dalam kategori NORMAL. (Bukan Lesbi, Gay, Biseksual, Transgender, atau biasa disingkat LGBT).

Ketiga: Kalian harus mengenalnya terlebih dahulu. -Yaa Pastinya laah-

Keempat: Jika sudah cukup mengenal satu sama lain, langkah selanjutnya adalah kalian haruslah memiliki ke-PD an yang tinggi.

Kelima: PD tingkat tinggi sudah? Mintalah alamat sang si primadona, dengan dalih "Hanya ingin tahu" atau "Untuk silaturahim" atau apapun itu namun masih terbilang dalam batasan 'WAJAR'.

Keenam: Hubungi si 'dia', lalu tanyakanlah padanya, dihari apa keluarganya dan 'dia' ada dirumah.

Ketujuh: Jika 'dia' sudah memberikan jawaban, ajak-lah kelurga kalian mulai dari ayah, ibu, nenek, juga paman -(Terserah kalian)- untuk berkunjung kerumah si 'bidadari'.

Kedelapan: Sebelum melaksanakan point yang di atas, pastikan kalian sudah membeli sesuatu untuk dijadikan 'MAHAR'.

Kesembilan: Lamarlah 'dia', sekalian tentukan tanggal nikahnya. :D

Kesepuluh: Selamat mencoba.

Itulah Tips Pacaran ala Al Faqih yang gue tulis karena alasan BETE. Hehe

Sebelum gue akhiri tulisan ini, apakah kalian benar-benar mengerti makna atau pengertian dari pacaran itu sendiri?

Di kutip dari Wikipedia, Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. 

Nah, sekarang kita lihat bagaimana pacaran ini berjalan dalam kehidupan kita ini. Kalian tentu sering melihat anak SMA bahkan SMP mungkin juga SD, yang sudah mengerti pacaran. Bukan hanya mengerti, melainkan sudah pernah mengungkapkan rayuan gombalnya pada lawan jenis dengan dalih 'CINTA'.

Pertanyaannya, apakah anak SMA, SMP bahkan SD yang sudah pacaran sudah memiliki tujuan untuk menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan?

jawabannya, tentu TIDAK! Kenapa? Uang jajan sehari-hari masih minta orang tua. Mau ini mau itu, juga masih minta. Adakah sesuatu yang tanpa meminta dapat dia lakukan? Mungkin hanya KENTUT yang gak pernah dia pinta :v Itupun tidak bisa digunakan untuk memberikan nafkah terhadap orang lain.

Terlebih lagi, dalam Islam pacaran itu memang tidak di bolehkan. Dalilnya? Sudah kita ketahui bersama.

وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً


“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (QS Al-Isra:32)

Sedangkan haditsnya;

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِي اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلاَّ وَمَعَهَا مَحْرَمٌ - رواه البخاري

“Dari Ibnu Abbas ra. Ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw berkhutbah, ia berkata: Jangan sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang perempuan kecuali beserta ada mahramnya, dan janganlah seorang perempuan melakukan musafir kecuali beserta ada mahramnya”. (H.R Bukhari)

Sebagai manusia yang hidup bermasayarakat, tentulah disekeliling kehidupan kita, pernah melihat orang yang pacaran. Apa yang mereka lakukan? Berduaan? Gandengan tangan? dan lain-lain kan?

Apakah alasan tersebut tidak lebih dari cukup untuk meng-IYAkan atau menyetujui bahwa pacaran pra-NIKAH itu di HARAM-kan dalam Islam.

Semoga tulisan ini bisa berguna bagi siapapun itu. Aamiin.

*Kata temen-temen gue, kalo gue nulis tentang masalah cinta, hal itu tidak dapat dijadikan sebagai hujjah. Kwkkww

Oleh: Al Faqih

Twitter: @faqih_abduh
Facebook: /faqihabduh
Instagram: @faqih_abduh
Blog: faqihabduh.blogspot.com

4 komentar

heheh cie yang punya blog baru, ^_^

Pacaran?? Dosalah.

Kalo udah siap nikah itu namanya ta'aruf. Menurutku sih begitu, maaf kalo kurang bener :)

Tapi kalo aku sih menikah bukan dilandasi cinta juga gak apa. Yang penting sudah sesuai kreteria sebagai muslim yang Baik menurut Allah SWT 😁😁

Pacaran klo dah nikah kwkwkwkkwkwkw


EmoticonEmoticon