Buy Now

July 5, 2017

Permintaan Maaf di Bulan Syawal

Langsung saja pada intinya. Sudah menjadi sebuah tradisi umat Islam, tatkala hari raya yang terkenal dengan sebutan ‘Idul Fithri’ telah datang, umat Islam berbondong-bondong saling meminta maaf. Baik pada orang tua, anak, saudara, tetangga dekat juga jauh, sampai penjual sayuran di pasar, bahkan juga pada seseorang yang baru saja dijumpainya, padahal ia tidak mengenalinya, namun, saling meminta maafpun mereka lakukan.

Saling memaafkan. Yah, terdengar sangat manis. Membuat setiap insan yang saling memaafkan merasa menjadi pribadi yang lebih baik. Untuk membuka lembaran baru, tanpa ternoda dengan kotoran yang sama seperti lembaran-lembaran sebelumnya.


Beribu-ribu ucapan maaf akan sampai kepada diri kita. Ada yang menyampaikannya secara langsung (lisan. Red), ada juga yang melalui tulisan-tulisannya di media sosial, twitter, facebook, whatsaap, bbm, instagram dan lain sebagainya. Walau banyak hasil tulisan mereka yang hanya copy-paste, namun hal itu sangat kita hormati. Karena isinya adalah meminta maaf.

Pertanyaannya, ‘Apakah permintaan maaf di bulan syawal itu tulus adanya?, apakah permintaan maaf itu hanya menjadi sebuah tradisi yang akan berlalu begitu saja? Tanpa meninggalkan bekas?’

Permintaan maaf dibulan syawal ini, bukan berarti setelah kita saling memaafkan, kita kembali kepada hal-hal buruk yang pernah kita perbuat. Kembali membicarakan keburukan orang lain, kembali berbuat maksiat kepada Allah di tempat sembunyi-sembunyi maupun tidak, berbohong, berbuat zhalim, bertutur kata yang kasar dan sebagainya. Jika masih demikian, dimana makna ‘Idhul Fithri’ itu dalam diri kita?

Alangkah indahnya, jika kita memaafkan setiap kesalahan orang lain yang telah dilakukannya terhadap kita, tanpa menunggu permintaan maaf dari orang salah tersebut. Alangkah indahnya, jika saling memaafkan itu selalu terucap setiap kali melakukan kesalahan dengan orang lain. Bukan hanya dilakukan saat dibulan Syawal saja.

Allah berfirman, yang artinya:
“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.”  - (QS. Al-A'raf : 199)

Jadikanlah oleh kita, setiap hari itu seperti hari ‘Idhul Fithri’. Terus saling memaafkan, terus saling menasihati dalam kebajikan, terus mencegah dari hal-hal yang mungkar.

Jadi, intinya, maafin gue yaa.

Al Faqih
Nyemil kue sagu

Twitter: @faqih_abduh
Facebook: /faqihabduh
Instagram: @faqihabduh

2 komentar

semoga saja permintaan maaf yang teman dan kita sampaikan ikhlas, ngga cuma sekedar formalitas dalam menyambut ramadhan :)

nah yang susah biasanya setelah ramadhan bang, perilaku yang "buruk-buruk" itu sering dateng lagi. entah yang ngobrolin orang lain, bohong, bermaksiat, dsb

Nah. Benr banget tuh ka. Semoa Allah kasih kita ke istiqomahan untuk memperbaiki diri


EmoticonEmoticon