Buy Now

December 10, 2017

Video Game itu Haram!


Kita semua tahu, yang di maksud dengan game adalah sebuah permainan. Dan yang di maksud dengan video game adalah game (permainan) yang berbasis elektronik dan visual, contohnya seperti Zuma, Onet, dan Mobile Legend: Bang-Bang.

Sebagai seorang penikmat game, baik PC maupun Mobile, gue mau berbagi sedikit 'ilmu' yang gue ketahui mengenai hukum bermain game itu sendiri.

Pertanyaan: "Apakah di zaman Nabi SAW ada sebuah video game?" 

Jawab: "Enggak!" 

Pertanyaan: "Terus haram dong? Kan di zaman Nabi SAW gak ada game. 

Jawab: "Zzzz"

Bukan begitu sob cara memutuskan perkara sebuah hukum dalam Islam. Jangan mentang-mentang gak ada di zaman Nabi atau gak di lakuin Nabi hal itu menjadi haram. 

Mudahnya, hukum bermain game adalah mubah, alias dibolehkan. Namun, sewaktu-waktu, hukum bermain game dapat berubah menjadi haram. Saat apa?

1. Lalai Melaksanakan Salat

Saat lalai melaksanakan salat akibat terhalang dengan sebuah game, terlebih video game, hal itu akan membuat pelakunya berdosa. Terlebih dalam Al-Quran dikatakan, bahwa celaka orang yang salat, yakni yang mengerjakannya dalam keadaan lalai (Al-Ma'un: 4-5). Salah satu penjelasannya adalah yaitu senantiasa menunda salat sampai waktu salat hampir berakhir.

2. Meninggalkan Salat

Lalai aja udah berdosa, dan telah mendapatkan ancaman yang keras, apalagi ninggalin salat?

3. Berkata Kasar dan Kotor

Bukankah Nabi kita Muhammad SAW telah mengajarkan kita untuk senantiasa berkata baik? Jika tidak bisa, diam adalah yan terbaik. “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (H.R Muttafaq 'Alaih)

Cobalah merujuk kepada hadis Nabi yang lain, yaitu: "Sesungguhnya tidak ada sesuatu apapun yang paling berat ditimbangan kebaikan seorang mu'min pada hari kiamat seperti akhlaq yang mulia, dan sungguh-sungguh (benar-benar) Allāh benci dengan orang yang lisānnya kotor dan kasar." (H.R At Tirmidzi)

Terlebih dari hasil pengamatan gue, tak sedikit orang-orang yang sedang bermain video game berbasis online (game online), sering melontarkan kata-kata yang gue rasa tak berpendidikan. Dan bukankah perkataan seperti itu, saat sedang bermain game online dapat menyakiti lawan bicaranya? Walaupun disampaikan dengan tulisan.

Saat seorang hamba, hatinya merasa tersakiti, tidak-kah kita takut dengan doa apa yang akan orang yang kita sakiti itu panjatkan kepada sang Ilahi? Bukankah menyakiti orang lain itu sama dengan berbuat zalim kepadanya?

4. Ngebantah Orang Tua

Lagi asik-asik main game, tiba-tiba ibu kita manggil, "Qih, beliin lontong sayur dong." Dan jika saat itu kita lagi asik main game (Terkhusus sedang main game ML Online dengan mode ranked), akan menjawab, "Iye! Bentar dulu." dari jawaban singkat seperti ini, jikalau orang tua sudah mengulangi perintahnya seperti yang semula, maka jawaban ke-dua sang anak bisa lain, semisal: "Jangan ganggu ah. Lagi main nih. Gak bisa di paus!" Bahkan lebih daripada itu.

Dengan mengatakan 'ah' saja dalam Al-Quran dilarang. Apalagi menjawab lebih daripada itu. Dimana rasa 'ta'dzim' kita sebagai seorang anak kepada orang tua?

5. Bolos Sekolah

Kita di sekolahin bukan hanya karena kewajiban negara, tetapi juga kewajiban agama. Bukankah Islam telah memerintahkan kita untuk menuntut ilmu? Yang dimulai sejak buayan hingga liang lahad (mati). Dan sekolah adalah salah satu tempat menuntut ilmu terlaksana.

Gara-gara game, ada kasus dimana seorang anak bolos sekolah akibat 'kegilaan game online'. Bahkan sampai berani berbohong dengan dalih 'sedang sakit' hanya untuk melanjutkan game MOBA nya yang tak memberi manfaat apa-apa di akhirat nanti.

Coba renungkan kembali, berapa puluhan juta uang bahkan lebih yang telah di keluarkan orang tua untuk menyekolahkan anaknya agar menjadi sosok yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Namun, sudah berapa banyak, seorang anak mengkhianati tugas yang mustinya di emban olehnya. Yakni sekolah, akan tetapi malah bolos. Hanya karena ingin bermain game. 

"Makanya kaya gue, main gamenya di kelas. Kan gue gak pernah bolos." Pernyataan seperti ini dapat kita tepis dengan mudah, "Terus, lo sekolah tapi cuma main game doang, dapet apaan? Hadir lo itu bagai ketiadaan. Percuma hadir, tapi gak dapet apa-apa." Begitu jawabnya.

"Yaa, gak sia-sia lah, kan gue dapet absen." Bantahan yang gak bisa di bantah. "Emang sih."

Tapi yang jelas, hal itu tidak dibenarkan. 

Sederhananya, khianat adalah perbuatan yang mungkar. Tentulah haram untuk dilakukan.

6. Lupa Makan dan Kurang Tidur

Loh kok?

Iya sob. Gara-gara ke-asyikan main game, banyak yang lupa makan. Hal ini dapat menimbulkan penyakit untuk dirinya sendiri. Jika sudah seperti ini, sama sja dengan zalim pada badan sendiri.

Memangnya Nabi SAW tidak mengajarkan kita untuk hidup pola sehat?

Bukankah beberapa pekan yang lalu, ada seorang pria yang tewas akibat bermain game selama beberapa jam non-stop. Hal ini disebabkan karena kurangnya perhatian kepada dirinya yang memang sudah seharusnya diberi waktu untuk beristirahat.

Pun demikian, tak menunda makan saat sudah lapar. Bukankah Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan hal ini? Jangan lupa, berenti makannya saat belum kenyang. #alanabi 

Juga, beristirahatlah yang cukup. Jangan terlalu banyak membuang waktu yang tak dapat memberikan apa-apa di akhirat nanti.

Intinya tak ada kezaliman yang tak berdosa.

Sekian. 

So, bagi kita yang suka dengan video game, perhatikanlah 6 unsur di atas. Jika sudah masuk ke salah satu unsur tersebut, jangan heran jika sebuah game itu malah hanya akan membawa kepada kemudharatan.

Jika ada yang kurang, silahkan komen di bawah ini yaa.

Al Faqih
Hanya penuntut ilmu

FB: /faqihabduh
Instagram: faqihabduh
Twitter: @faqih_abduh


EmoticonEmoticon